Kamis, 22 Maret 2018

Proses Masuknya Islam di Indonesia



Sampai saat ini Indonesia merupakan negara dengan penduduk beragama Islam terbesar di Dunia. Bahkan mengalahkan negara kelahiran Rasulullah Nabi Muhammad, Arab Saudi. Masuknya Islam ke Indonesia pada umumnya berjalan dengan lancar dan damai. Namun, ada kalanya penyebaran Islam harus diwaenai dengan cara-cara penaklukan. Hal itupun terjadi jika situasi politik di kerajaan-kerajaan tersebut sedang mengalami kekacauan akibat dari perebutan kekuasaan.

Penyebaran agama Islam di Indonesia dilakukan melalui berbagai media. Sedangkan penyebar agama Islam di Indonesia dilakukan oleh banyak golongan seperti para wali, ulama, pedagang dan guru. Namun secara global, Islam masuk ke Indonesia melalui beberapa cara, cara-cara tersebut akan di jelaskan di bawah ini:

  1. Melalui Perkawinan, proses masuknya Islam ini terjadi karena terjadinya pernikahan antara orang yang lebih dulu Islam dengan orang pribumi. Dengan demikian, anggota keluarga yang non-muslim pun akhirnya memutuskan untuk mengantu agama Islam.
  2. Melalui Perdagangan, jalur ini merupakan yang paling umum yang telah dijelaskan diatas. Dimana para pedagang dari negara-negara Islam singgah dan tinggal di Indonesia untuk sementara waktu. Selama itulah mereka menyebarkan pengaruh-pengaruh Islam di Tanah Air.
  3. Melalui Seni, jalur ini memperkenalkan Islam lewat pertunjukkan-pertunjukkan seni budaya seperti wayang kulit, dan upacara-upacara tertentu. Jalur ini lebih kepada penyebaran Islam.
  4. Melalui Pendidikan, proses ini banyak terjadi sejak maraknya pembangunan pesantren-pesantren di Indonesia. Cara ini terbukti sangat baik untuk menyebarkan agama Islam di negeri ini.
  5. Melalui Politik, Proses ini banyak terjadi di kawasan kerajaan, karena raja mempunyai kekuasaan dan pengaruh yang besar dan memegang peranan penting dalam proses penyebaran agama islam tersebut. Jika seorang raja memeluk islam, maka rakyatnya akan memeluk islam juga.
  6. Melalui Dakwah-Dakwah, proses ini banyak terjadi di indonesia yang memiliki pendakwah yang menyebarkan islam di lingkungannya, seperti Walisongo di tanah Jawa, Datori Bandang di tanah Gowa, Tua Tanggang Parang di tanah Kutai, dan masih banyak pendakwah-pendakwah lainnya.
  7. Melalui Tasawuf, Penyebaran Islam yang tidak kalah pentingnya ialah melalui tasawuf. Tasawuf ialah ajaran atau cara untuk mendekatkan diri kepada Allah. ajaran tasawuf ini memelihara unsur-unsur budaya sebelum Islam diteruskan dalam kehidupan Islam, sehingga Islam mudah diterima oleh masyarakat. Ajaran tasawuf ini banyak di jumpai dalam cerita-cerita babad dan hikayat masyarakat setempat. Beberapa tokoh penyebar tasawuf diantaranya: Hamzah Fansuri, Syamsuddin, Syekh Abdul Shamad, dan Nurdin al-Raniri.
Demikian, cara-cara islamisasi di Indonesia yang sangat beragam dan unik-unik caranya. Semoga artikel yang saya buat bermanfaat untuk kita semua.




Teori Masuknya Islam Di Indonesia


Secara geografis, Indonesia terletak di kawasan yang sangat strategis dalam saluran perdagangan masa silam. Hal ini menyebabkan Islam dengan mudah masuk ke wilayah Indonesia. Lantas, kapan Islam pertama kali datang ke Indonesia. Agama Islam masuk ke Indonesia dimulai dari daerah pesisir pantai, kemudian diteruskan ke daerah pedalaman oleh para ulama atau penyebar ajaran Islam. Mengenai kapan Islam masuk ke Indonesia dan siapa pembawanya terdapat beberapa teori yang mendukungnya.
Ada beberapa teori tentang masuknya Islam ke Indonesia. Teori tersebut antara lain teori Gujarat, teori Persia, teori arab, teori cina, dan teori maritim. Inilah penjelasan tentang masuknya islam di Indonesia menurut teori-teori diatas:

1. Teori Gujarat ( India )
            
      Teori yang menyatakan bahwa agama islam masuk ke Indonesia dari Gujarat, India. Teori ini dicetuskan oleh sejarawan Belanda,yaitu : Snouck Hurgronje dan J.Pijnapel. Menurut teori mereka, agama islam masuk ke nusantara pada awal abad ke 13 Masehi bersama dengan hubungan dagang yang terjalin antara masyarakat Nusantara dengan pedagang Gujarat.

Bukti-Bukti:
  •  Batu nisan Sultan Malik As-Saleh tahun 1297, yang bercorak Islam Gujarat.
  •  Catatan Marcopolo
  •  Warna Tasawuf pada aliran islam yang berkembang di Indonesia

Kelemahan :
  •  Masyarakat Samudra Pasai menganut mazhab Syafi’i, sementara masyarakat Gujarat banyak menganut mazhab Hanafi.
  •  Saat islamisasi Samudra Pasai, Gujarat masih merupakan Kerajaan Hindu.

2. Teori Persia
     Teori yang dicetuskan oleh Umar Amir Husen dan Hoesein Djajadiningrat , mereka mengatakan bahwa Islam yang masuk di Indonesia pada abad ke 7 Masehi yang di bawa kaum Syiah, Persia. Teori Ini banyak mendapat pembenaran dari ahli sejarah dan bukti pendukung sehingga sempat diterima sebagai teori masuknya islam di Indonesia. Namun, ternyata teori ini juga memiliki kelemahan.

Bukti-Bukti:
  •  Kesamaan budaya Islam Persia dan Islam Nusantara (seperti adanya peringatan Asyura dan peringatan Tabut).
  •  Kesamaan ajaran Sufi
  • Penggunaan istilah persia untuk mengeja huruf Arab
  •  Kesamaan seni kaligrafi pada beberapa batu nisan
  •  Maraknya aliran Islam Syiah khas Iran pada awal masuknya Islam di Indonesia


Kelemahan:
·      
                  Jika islam masuk pada abad ke 7, maka kekuasaan islam di Timur tengah masih dalam genggaman Khalifah Umayyah yang berada di Damaskus, Baghdad, Mekkah, dan Madinah. Jadi tidak memungkinkan bagi ulama Persia untuk menyokong penyebaran Islam secara besar-besaran ke Nusantara.

3. Teori Arab
      Teori ini menyatakan bahwa proses masuknya Islam di Indonesia berlangsung saat abad ke 7 Masehi. Islam dibawa para musafir Arab yang memiliki semangat untuk menyebarkan Islam ke seluruh belahan dunia. Tokoh yang mendukung teori ini adalah Van Leur, Anthony H. Johns, T.W Arnold, dan Buya Hamka.

Bukti-Bukti:
·         
  •  Pada abad ke 7 Masehi, di Pantai Timur Sumatera memang telah terdapat perkampungan Islam khas dinasti Ummayyah, Arab.
  •  Madzhab yang populer kala itu khususnya di Samudera Passai adalah madzhab Syafii yang juga populer di Arab dan Mesir.
  •  Adanya penggunaan gelar Al Malik pada raja-raja Samudera Pasai yang hanya lazim ditemui pada budaya Islam di Mesir.


Kelemahan:
  • Kurangnya fakta dan bukti yang menjelaskan peran Bangsa Arab dalam proses penyebaran Islam di Indonesia.


4. Teori China
        
    Teori ini dicetuskan oleh Slamet Mulyana dan Sumanto Al Qurtuby, teori ini baru-baru menyebutkan bahwa islam masuk ke Indonesia karena disebarkan oleh perantau Muslim Cina yang datang ke Nusantara.

Bukti-Bukti:
  • Adanya perpindahan orang-orang muslim China dari Canton ke Asia Tenggara, khususnya Palembang pada abad ke 879 M.
  • Adanya masjid tua beraksitektur China di Jawa; raja pertama Demak yang berasal dari keturunan China (Raden Patah). 
  • Gelar raja-raja demak yang ditulis menggunakan istilah China.
  •  Catatan China yang menyatakan bahwa pelabuhan-pelabuhan di Nusantara pertama kali diduduki oleh para pedagang China.

5. Teori Maritim
            Teori ini pertama kali dicetuskan oleh sejarawan asal Pakistan yang bernama N.A. Baloch. Teori ini menyatakan bahwa penyebaran islam tidak lepas dari kemampuan umat islam berjelajah, teori ini juga tidak menjelaskan darimana asal islam yang berkembang di Indonesia, tetapi menurut teori ini, islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke 7 Masehi.