Tiger I Tank Andalan Jerman
Oleh Auli Mirza Fatahillah
Tank merupakan salah satu senjata tempur yang ampuh serta mematikan di
perang dunia II, dalam perang dunia I tank sudah terjun ke medan pertempuran,
namun, yang membedakan dari perang dunia II adalah dari segi rangka, ketebalan
baja, firepower (daya tembak), serta ukuran tank itu sendiri. Tank-tank
pada perang dunia pertama memiliki rangka yang sederhana berbeda dengan tank di
perang dunia kedua. Tank pada perang dunia kedua memiliki design atau rangka
yang lebih rumit demi ketangguhannya di medan perang.
Perbedaan kedua ialah ketebalan baja
atau biasa disebut armor tank. Tank pada perang dunia pertama cenderung
memiliki ketebalan baja yang tipis dan hanya disisipkan pada bagian depan dekat
senjata utama. Sedangkan tank pada perang dunia kedua memiliki ketebalan baja
yang sangat tebal serta melapisi seluruh bagian tank, walaupun pada beberapa
tank seperti tank-tank penghancur, lebih di fokuskan pada bagian depan.
Perbedaan ketiga ialah firepower,
tank pada perang dunia kedua jelas memiliki daya tembak yang jauh lebih kuat
daripada tank pada perang dunia pertama. Dan perbedaan yang keempat ada pada
ukurang tank itu sendiri. Tank-tank pada perang dunia kedua jauh lebih besar
serta memiliki kapasitas orang lebih banyak.
Bisa dikatakan perang dunia kedua
ini juga digunakan sebagai ajang berlomba-lomba dalam bidang industri alat
perang. Negara-negara yang terlibat dalam perang dunia kedua ini, terutama
Negara adidaya ketika itu, memiliki berbagai macam jenis Tank, dari mulai light
tank (tank yang memiliki armor ringan dengan senjata kecil, biasa digunakan
untuk membuat serangan kilat), lalu ada destroyer tank (tank yang
memiliki senjata besar, biasa digunakan untuk menghancurkan lawan), lalu ada medium
tank (tank yang memiliki ketebalan baja yang sedang serta senjata yang
tidak terlalu besar, biasa digunakan untuk barisan kedua ketika perang).
Dan yang terakhir ialah heavy
tank (yakni tank yang memiliki armor yang sangat tebal, serta memiliki
senjata yang besar, biasa digunakan untuk lini depan). Diantara empat kategori
tank ini, muncul banyak sekali jenis tank dari berbagai Negara, yang memiliki
design serta teknologi yang berbeda-beda. Pada kali ini, penulis ingin membahas
salah satu tank yang sangat fenomenal dan tentunya dikenal dan ditakuti oleh
seluruh pasukan di dunia kala itu. Yakni Tank Panzerkampfwagen VI Tiger Ausf.
E atau yang biasa kita kenal dengan nama Tiger I.
Tiger I adalah nama tank
berat terkenal buatan Jerman yang telah dipakai sejak 1942 dan
digunakan diberbagai di pertempuran di Perang Dunia II. Tank Tiger I
adalah tank pertama Angkatan Bersenjata Nazi Jerman yang memiliki
senjata utama kelas berat dan dapat membuat takut tank-tank Soviet di
Front Timur. Jadi, tank Tiger ini merupakan jenis heavy tank. Tank Tiger
pertama kali diterjunkan ke Leningrad, saat pecahnya peristiwa Pengepungan
Leningrad dibawah naungan Waffen SS. Pasukan Jerman, dengan dukungan
tank Tiger, dapat merebut kota Leningrad dan meneruskan perjalanan namun ketika
ingin melanjutkan perjalanan, kebanyakan dari tank ini mengalami kerusakan pada
transmisinya.
Tank Tiger I ini sudah dicap dengan "tank berdesain luar biasa", namun karena proses produksi yang tergesa-gesa dengan metode penekanan buruh dan dengan bahan bijih besi yang sulit untuk di dapatkan hanya ada sekitar 1,347 yang berhasil dibuat antara Agustus 1942 dan Agustus 1944. Tank Tiger I ini sangat rentan terhadap kerusakan roda karena membeku saat musim dingin Rusia (musim dingin di Rusia ini sangat terkenal ganas karena dinginnya sangat membeku sejak Invasi Napoleon ke Russia di 1812). Produksi tank ini kemudian di hentikan guna menghemat bahan baku dan membuat versi ke-2 yang lebih "kompeten" untuk berjuang membela negara di timur; tank tersebut dinamai Tiger II.
ASAL USUL
Pertama kali dikembangkan oleh Henschel & Son di awal Januari tahun 1937 saat Departemen Persenjataan Angkatan Darat meminta Henschel mengembangkan kendaraan tipe Durchbruchwagen ("Kendaraan Pemecah Pasukan") atau biasa disebut tank, namn kali ini permintaan Departemen Persenjataan Angkatan Darat meminta dia untuk membuat tank yang besar atau heavy tank dengan berat rata-rata 30-33 ton . Hanya satu prototipe badan yang pernah di buat sedangkan turretnya tak pernah di pasangkan. Prototipe Tank Durchbruchwagen I bentuk badan dan suspensi nya mirip serupa dengan tank Panzer III sementara turret-nya sama dengan tank Panzer IV C dengan senjata utama L/24.
Sebelum prototipe Durchbruchwagen I selesai dibuat, ada isu mengatakan bahwa Departemen Peralatan Angkatan Darat akan memesan pembuatan tank dengan berat awal 30 ton. Tank ini merupakan pengembangan Durchbruchwagen I namun dengan tambahan lebih: armor yang tebal pada Prototipe, yang mana tank Durchbruchwagen II ini, akan mampu memiliki 50mm lapis baja di depan dan kalau di total berat keseluruhan menjadi 36 ton.
Hanya satu badan yang dibuat sama saja seperti Durchbruchwagen I dan tak pernah di buat turret nya. Pengembangan tank ini dimulai tahun 1938 bentuk nya dan suspensi Durchwagen II ini serupa dengan Tank Panzer IV . Untuk membuat desain yang lebih baik dan lebih besar maka dibuat cetak biru baru bernama VK 30.01 (H) dan VK 36.01 (H). Baik Durchbruchwagen I & II akan memiliki status "Kendaraan Uji Coba" sampai pada akhir 1941
Tank VK 30.01 (H) tank kelas medium dan Tank VK 36.01 (H) Tank Kelas Berat, Berdasarkan dari Kedua prototipe tank wehrmacht Durchbruchwagen I & II VK 30.01 akan difungsikan menjadi Tank Pembantu Infanteri sedangkan VK 36.01 akan dibuat menjadi tank kelas berat yang nantinya akan mnejadi cikal bakal tiger.
Pada 26 Mei 1941, Henschel dan Ferdinand Porsche di beri permintaan untuk mendesain ulang proyek tank kelas berat dengan berat awal 45 ton. Tanpa pikir panjang, Porsche meneruskan pekerjaannya di VK 30.01 (P) tank Leopard , sedangkan Henschel melanjutkan juga di prototipe VK 36.01 (H). Henschel juga membuat dua prototipe lagi : VK 45.01 (H) H1 dengan senjata utama 88 mm, dan prototipe selanjutnya adalah VK 45.01 (H) H2, dengan senjata utama 75 mm.
Nantinya, tank VK 45.01 (H) ini menjadi tank tersendiri di samping Tiger I, begitu pula dengan VK 36.01 (H) dan VK 30.01 (P). Ketiga tank ini nanti menjadi pembantu Tiger di medan perang nanti.
Saat Jerman melakukan Perjalanan ke Timur pada 22 Juni 1941, Jerman terkejut dengan tank baru Soviet yaitu T-34 kelas medium dan KV-1 kelas berat yang dapat menandingi tank-tank jerman di timur. Oleh karena itu desain tank ini dibuat agar dapat menandingi KV-1 dan T-34, akhirnya rancangan Ferdinad Porsche yang di terima dan mulai dikirim ke timur pertengahan 1942.
Aksi Kali Pertama
Untuk memamerkan senjata barunya, Hitler memerintahkan untuk penekanan awal bertugas ke front depan.Sebuah platoon dari empat Tiger beraksi mulai di Pengepungan Leningrad bertugas di medam rawa dan hutan membuat bergerak menjadi susah namun bisa bertahan dengan mudah. Tank Tiger I di kirim ke Tunisia untuk membantu Deutsche Afrika Korps beroperasi di bulan Januari 1943
Tank Tiger I ini rata-rata dibuat untuk bentuk medan front timur jadi dahulu lebih banyak Tiger I di Front Timur dibandingakan dengan yang berada di Front Barat maupun di Utara Afrika. Di Front timur juga Tiger I menunjukkan kegagahannya namun tak terlalu lama, karena banyak versi-versi awal Tiger I ini banyak yang mogok dan tertangkap oleh pihak soviet yang mana akhirnya soviet mempelajari Tiger I ini dan mempersiapkan tank baru yang dapat menandingi tank Tiger ini.
Sedangkan di Front Afrika Utara Tank Tiger kali pertama bertugas saat Kampanye Tunisia Pada Awal Desember 1942.Tank ini kurang banyak cerita di utara afrika karena hanya sedikit tank tiger yang di tugaskan di sana dan karena Hitler lebih fokus untuk medan pertempuran di russia.
Si Penghancur Tank
Pada awal bulan Juli1943, sebuah Tank Tiger yang di komandani oleh SS-Oberscharführer Franz Staudegger dari platon ke-2, kompi panzer 13, Divisi Panzer SS Leibstandarte menyerang gerombolan 50 T-34 di wilayah Psyolknee (selatan front Pertempuran Kursk). Staudegger mengklaim telah menghancurkan sekitar 22 tank dengan menghabiskan seluruh pelurunya dan sisanya yang mundur ditembaki oleh anak buahnya. Untuk itu dia mendapatkan mendali Knight's Cross of the Iron Cross.
Banyak komandan Tank Tiger mengklaim telah menghantam lebih dari 100 tank di medan perang, salah satunya Kurt Knispel dengan 168, Otto Carius sekitar 150 keatas, Johannes Bölter lebih dari 139, dan Michael Wittmann ada 138. Sudah jelas bahwa Tank Tiger I ini merupakan tank yang sangat ditakuti oleh musuh-musuhnya ketika itu. Tank Tiger I ini juga menjadi base front line dari Jerman.