Selasa, 04 Februari 2020

Bagaimana Cara Membentuk Millenial Untuk Memimpin Negara Ini?


Membangun Kawula Muda dengan Talk Show Interaktif
Oleh Auli Mirza Fatahillah

            Pemuda Indonesia atau zaman sekarang biasa disebut dengan Kaum Milenial merupakan penerus bangsa ini. Sebagai seorang penerus bangsa, tentu perlu adanya pengetahuan lebih lanjut mengenai banyak hal. Seorang pemuda tentunya belum banyak mengetahui hal-hal untuk membangun bangsa ini. Karena memang fokus anak milenial sekarang ini adalah belajar, belajar dan belajar. Untuk itu selain belajar formal di sekolah seperti biasa, perlu adanya pelajaran untuk membangun kawula muda agar bisa meneruskan bangsa ini kedepannya.

            Pada 14 Desember 2019 lalu, ada sebuah event berbentuk  Talk Show Interaktif yang bernama Milenial Fest yang diadakan di Balai Sarbini, Jakarta. Talk show interaktif ini mengambil tema #SiapMelompatMaju, festival ini diperuntukan untuk para milenial atau pemuda terkhusus untuk siswa SMA sampai perguruan tinggi, namun tak jarang pula terdapat orang dewasa yang mengikuti festival ini.

            Festival ini sebenarnya sudah ada sejak 2018 lalu, namun belum begitu banyak orang yang tahu. Kemudian di tahun 2019 ini, semakin banyak orang yang tahu mengenai festival menarik ini. Penulis sebut menarik karena dari nama saja festival ini sudah menarik para Milenials Indonesia. Selain itu, jajaran pembicara juga sangat menarik. Dari mulai Pengusaha, Aktris, Gubernur, Walikota, hingga Para Menteri.

            Ya, Menteri pun hadir dalam rangkaian acara Milenial Fest 2019 ini. Siapa yang tidak tertarik untuk mengikuti festival ini. Penulis pun sekejap langsung memesan tiket, dan Alhamdulillah ada diskon pelajar buy 1 get 3. Cuma membayar 50 Ribu Rupiah bisa menonton acara yang ada “Menteri” nya. Jarang-jarang ada acara seperti ini dan lumayan untuk mengisi kegabutan selama masa-masa pasca UAS.

            Penulis dan teman-teman sepakat untuk naik kendaraan umum untuk berangkat kesana, cukup menggunakan kereta dan busway serta hanya memakan waktu kurang lebih 1 jam 45 menit. Sungguh akses kendaraan umum makin kesini makin terkoneksi. Sampailah kami di TKP, sudah banyak kaum milenial yang menunggu di depan lobby Balai Sarbini Jakarta. Namun, ada yang aneh, mostly mereka menggunakan almamater. Penulis dan kawan-kawan tidak berpikir kalau harus menggunakan identitas sekolah untuk mengikuti acara ini.

            Penulis ingat kata teman, “Ya udahlah, yang penting pake pakaian rapih dan sopan, Skuy lah!” Tak lama setelah kami berjalan di JPO, tak sadar sudah sampai di TKP. Suasana di depan Balai Sarbini sudah ramai oleh orang-orang yang didominasi oleh pemuda.

            Setelah menunggu cukup lama, sekitar satu jam, akhirnya tanda-tanda pintu utama akan segera terbuka. Panitia sudah menginstruksikan kami untuk berbaris membuat 3 banjar. Setelah pengecekan tiket, kami langsung diarahkan untuk Menuju ke ruang pertunjukkan utama. Kami dibebaskan untuk duduk dimanapun. Penulis dan kawan-kawan bersepakat untuk duduk tepat di tengah ruang pertunjukkan, untuk mendapatkan best view.

            Waktu yang ditunggu-tunggu pun datang, yakni pembukaan talkshow interaktif. Yang dibuka oleh Menteri BUMN, Erick Thohir. Sebuah kehormatan bisa melihat langsung beliau. Beliau mengajarkan banyak hal tentang Kementrian BUMN dan cabang-cabangnya. Dilanjutkan dengan pembicara dari salah satu influencer Instagram Rachel Vennya yang berbicara mengenai Generasi Milenial, di sesi ini kurang lebih membicarakan mengenai bijak menggunakan teknologi untuk milenial.

            Setelah itu, adalah sesi break, kami memutuskan untuk jajan-jajan di sekitaran balai sarbini, ada siomay, batagor, aneka jajanan jalan pokoknya! Ketika sedang asyik makan-makan, kami di beritahu salah seorang teman bahwa acara sudah mulai lagi, dengan pembicara dari Kemenkominfo yakni Bapak Johny G. Plate… wow.. ketika sesi ini beliau mencertiakan tentang Palapa Ring serta networking lainnya yang sudah ada dan sedang dikembangkan di Indonesia.

            Selanjutnya, ada sesi yang tidak kalah menarik yakni membahas tentang demokrasi Indonesia yang dibawakan oleh…. Bamsoet, Fahri Hamzah, Zainal Mochtar dan Putri Komarudin. Sesi ini lumayan seru karena banyak juga para milenial yang bertanya seputar demokrasi Indonesia pada masa ini.

            Tak mau kalah, Bapak Anies Baswedan pun ikut hadir meraimakan acara ini dan memberikan wawasan berupa kepemimpinan yang menggerakkan melalui narasi. Beliau mengemas pembicaraannya dengan sangat baik. Sesi selanjutnya adalah dari seorang milayder dari Tanjung Priok, yakni Ahmad Sahroni. Memulai pekerjaan jadi kuli, sopir dan sekarang jdi milyader. Disini beliau berbicara tentang kesuksesannya dan memotivasi kita untuk bisa menjadi sukses kedepannya.

            Lalu sesi terakhir yakni sesi yang paling menghebohkan, karena ada Bapak Menteri Pariwisata , Bapak Wishnutama dan Bapak Walikota bogor, yakni Kang Bima Arya. Disini beliau berdua berkolaborasi memberikan pengetahuan kepada kami seputar pariwisata di Indonesia. Dari mulai budaya hingga Kota Bogor yang ternyata begitu indah nan menarik.

            Sebenarnya masih banyak pembicara lain yang penulis tidak bisa sebutkan satu-satu karena terlalu banyak pembicara. Ada kurang lebih total 30 pembicara pada hari ini. Walaupun monoton, namun tetap seru dan menarik. Karena banyak orang berpengaruh yang ikut hadir dalam acara ini. Untuk 50 Ribu Rupiah, menurut penulis ini sangat-sangat worth it . Penulis mendapat banyak pengalaman baru dan pengetahuan baru.

            Semoga kedepannya Milenial Fest dapat lebih baik dan tetap melukis generasi milenial untuk jadi yang lebih maju. Salam milenial!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar